Ini lidah hampir aja jadi fossil di freezer, tapi akhirnya terselamatkan dengan mengeksekusi resep lidah cabe ijo. Kebiasaan kalo lagi beli daging online, suka kalap main klak klik klak klik aja tapi belum tentu semua lanngsung dimasak ;p. Niat awalnya lidah ini mau dimasak sate padang (dengan pede tingkat tinggi akan berhasil), namun ternyata pas diliat-liat lagi ini lidahnya versi slice yang udah diiris tipis-tipis banget. Hahahhaahh, tetooootttt. Dasaaarrr mataaaa ga baca dg seksama keterangan produk.

Baca juga: Resep Oseng Mercon Daging

Setelah berpikir keras, langsung berganti haluan aja deh dimasak cabe ijo dan ditambahin pete. Sama-sama rancak banaaaa iniiii, ga bohooong. Saya dulu ga suka lidah, karena berasa bau-baunya tuh gimanaaa gituuu. Terus ngebayangin bentuk lidah sapinya pas lagi di tukang daging, suka ngeri-ngeri sendiri. Sungguh pemikiran yang sangat tidak penting. Tapi ya emang dasar saya suka ngebayangin yang aneh-aneh begini, hahaha. Suka susah memang lidah kamseupay ini menerima rasa daging-dagingan selain daging sapi. Daging kambing aja, masih belum lama ini saya bisa mulai makan walaupun ga banyak, karena suami suka kambing, jadilah sang istri “dicekokin” biar ikutan doyan juga. Hahaha

Balik lagi ke resep lidah cabe ijo, si lidah ini bener-bener deh ga ada bebauan yang aneh-aneh. Mungkin karena irisnya juga tipis yaa dan saya rebus dulu hingga empuk dengan daun salam dan lengkuas, supaya bau-bau amisnya hilang. Dan benar, berasa kaya makan daging sapi aja tapi teksturnya lebih lembuut. Bumbunya pun bener-bener merasuk, pokoknya sedeeepp.

Mau dijadiin rice bowl ala-ala juga bisa banget inii, dijadiin ide bisnis juga oke. Rasanya top markotop menurut yang masak, hahaha. Terbukti juga oleh suami yang minta dibawain bekal double, buat makan siang dan makan malem. Entah doyan atau maruk, beda tipis yaaa ;p Karena saya nih doyan yang pedes-pedes gimana gitu, saya campurin sama cabe rawit merah. Walaupun judulnya cabe ijo, si rawit merah wajib include, supaya tetep berasa pedesnya, hehe. Yang lain monggo yaa disesuaikan sama selera pedas masing-masing yaaa.

Bahan

  • 250gr lidah slice (atau lidah diiris tipis), cuci bersih, tiriskan
  • 10 siung bawang merah, iris
  • 4 siung bawang putih, iris
  • 5 buah cabai hijau besar, iris serong
  • 10 buah cabai hijau keriting, iris serong
  • 8 buah cabai rawit (sesuai selera pedas masing-masing), iris serong
  • 3 buah tomat hijau (ukuran kecil), iris
  • 2 lembar daun salam
  • 2 ruas lengkuas, memarkan (siapkan 2 buah)
  • 1 papan petai, belah menjadi 2 atau 4 bagian
  • Garam, gula, kaldu jamur secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat

  1. Rebus air hingga mendidih, masukkan lidah. Masak dengan 1 lembar daun salam, lengkuas, dan 1 sdt garam. Masak lidah hingga empuk (± 30-45 menit)
  2. Panaskan minyak secukupnya (agak sedikit lbh banyak dari menumis biasa. Tumis bawang putih, bawang merah, cabai hijau, cabai rawit bersama lengkuas dan daun salam hingga harum dan cabai layu matang
  3. Masukkan lidah, aduk rata. Bumbui dengan garam, gula, dan kaldu jamur sesuai selera
  4. Terakhir, tambahkan tomat hijau dan petai. Masak sebentar, jika rasa sudah pas dan bumbu sudah meresap, matikan api dan sajikan